SIKAP MODERASI BERAGAMA MELALUI EXPERIENTAL LEARNING MAHASISWA LINTAS IMAN DI MADRASAH IBTIDA’IYAH DARUT TAQWA

Syerli Rahma ( Universitas Yudharta Pasuruan, Indonesia )
Achmad Yusuf ( Universitas Yudharta Pasuruan, Indonesia )
Wiwin Fachrudin Yusuf ( Universitas Yudharta Pasuruan, Indonesia )
Muhammada Muhammada ( Universitas Yudharta Pasuruan, Indonesia )

Abstrak

Konflik sosial antar agama terus menerus bermunculan ditengah masyarakat menjadi topik hangat di setiap penjuru negara. Banyaknya sorotan tersebut mengaitkan dalam dunia pendidikan yang seharusnya mencetak generasi emas dan sikap moderasi tinggi yang berubah menjadi pabrik pencetak benih-benih penistaan agama, terorisme, dan bom bunuh diri. Dalam hal ini sarana paling efektif dan efisien untuk menangkal adanya permasalahan tersebut yaitu dengan mengembangkan sikap moderasi beragama di kalangan masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan experiential learning dalam konteks menciptakan sikap moderasi beragama di MI Darut Taqwa Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif yang mencakup observasi parsipatif, wawancara, dan dokumenter untuk mengumpulkan data dari guru, siswa, dan pengurus asrama. Temuan penelitian ini menyorot pada proses pembentukan sikap moderasi beragama melalui pembelajaran experiental leaning di MI Darut Taqwa Pasuruan bersama mahasiswa lintas iman berkontribusi baik, sikap moderasi beragama di madrasah dilakukan melalui pembiasaan di setiap harinya dan memiliki nilai positif yang bisa diterapkan dalam membentuk sikap yang moderat siswa yang sesuai dengan pengamalan Al-Quran dan Hadist.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Albana, H. (2023). Implementasi Pendidikan Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Atas. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi), 9(1), 49–64. https://doi.org/10.18784/smart.v9i1.1849

Baisuki, A. (2017). Penanaman Karakter Moderat Di Ma’Had Aly Situbondo. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Dan Keagamaan, 15(3), 459–470. https://doi.org/10.32729/edukasi.v15i3.456

Doni Gokok, Y., & Atasoge, A. D. (2021). Membangun Budaya Damai Di Sekolah Menengah Agama Katolik Santu Fransiskus Asisi Larantuka Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka. Agustus-Desember, 12(2), 2021. https://doi.org/10.56358/ejr.v12i2.81

Fahri, M., & Zainuri, A. (2019). Moderasi Beragama di Indonesia. Intizar, 25(2), 95–100. https://core.ac.uk/download/pdf/326772412.pdf

Iman Sugiyono, E. (2014). Pengembangan Bahan Ajar Menyimak Berbasis Multimedia Interaktif dalam Model Belajar Mandiri untuk Sekolah Menengah Pertama. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 3(2), 83–89. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/seloka

Islam, T., & Khatun, A. (2016). “Islamic Moderation” in Perspectives: A Comparison Between Oriental And Occidental Scholarships. International Journal of Nusantara Islam, 3(2), 69. https://doi.org/10.15575/ijni.v3i2.488

Jamhuri, M. (2018). Humanisme Sebagai Nilai Pendekatan yang Efektif Dalam Pembelajaran dan Bersikap, Perspektif Multikultralisme di Universitas Yudharta Pasuruan. 317–334.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1983). Drawing Valid Meaning from Qualitative Data : Toward a Shared Craft. https://doi.org/10.2307/1174243

Mubarak, Z. (2015). Dari NII Ke ISIS: Transformasi Ideologi dan Gerakan dalam Islam Radikal di Indonesia Kontemporer. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 10(1). https://doi.org/10.21274/epis.2015.10.1.77-98

Muslimin, M., & Zuhriyah, L. F. (2022). Pola Komunikasi Pengurus Asrama Dalam Membina Akhlak Santri Di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi. An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam, 14(1), 47–54. https://doi.org/10.34001/an-nida.v14i1.1681

Nurdin, F. (2021). Moderasi Beragama menurut Al-Qur’an dan Hadist. Jurnal Ilmiah Al-Mu’ashirah, 18(1), 59. https://doi.org/10.22373/jim.v18i1.10525

Oktaviani, I., & Aprison, W. (2022). Pelaksanaan Strategi Pembelajaran Experiential Learning Era New Normal Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Di MTSN 6 Agam Kab. Agam. Jurnal Ilmiah Multi Disiplin Indonesia, 2(2), 370–380.

Prakosa, P. (2022). Moderasi Beragama: Praksis Kerukunan Antar Umat Beragama. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 4(1), 45–55. https://doi.org/10.37364/jireh.v4i1.69

Prasetyo, C. M. A. (2023). Penerapan Teori Belajar Behavioristik dalam Pembelajaran. Tsaqofah, 4(2), 971–977. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v4i2.2436

Prihartini, Y., Buska, W., Hasnah, N., & Ds, M. R. (2019). Peran dan Tugas Guru dalam Melaksanakan 4 Fungsi Manajemen EMASLIM dalam Pembelajaran di Workshop. Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 19(02), 79–88. https://doi.org/10.32939/islamika.v19i02.327

Raihani. (2011). A whole-school approach: A proposal for education for tolerance in Indonesia. Theory and Research in Education, 9(1), 23–39. https://doi.org/10.1177/1477878510394806

Segara, B., Choirudin, C., Setiawan, A., Saidun Anwar, M., & Arif, V. R. (2023). Metode Inquiry: Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa SMP Pada Materi Luas Bangun Datar. Jurnal Penelitian Tindakan Kelas, 1(1), 18–22. https://doi.org/10.61650/jptk.v1i1.48

Wijaya, C., Abdurrahman, Saputra, E., & Firmansyah. (2021). Management of Islamic Education Based on Interreligious Dialogue in The Learning Process in Schools as An Effort to Moderate Religion in Indonesia. Review of International Geographical Education Online, 11(5), 4306–4314. https://doi.org/10.48047/rigeo.11.05.310

Zulaiha, E. (2023). Mengeksplorasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama dalam Ilmu Kimia. In Kuriotas (Vol. 13). https://balitbangdiklat.kemenag.go.id/resensi/moderasi-beragama-di-tengah-isu-kontemporer-2023%0Ahttps://eperpus.kemenag.go.id/web/index.php?p=show_detail&id=43989


Keywords  :  
Kata Kunci: Sikap Moderasi Beragama, Experiential Learning Attitude of Religious Moderation, Experiential Learning
Galleys  :  
Diterbitkan  :  
2024-07-12
Cara Mengutip  :  
Rahma, S., Yusuf, A., Fachrudin Yusuf, W., & Muhammada, M. (2024). SIKAP MODERASI BERAGAMA MELALUI EXPERIENTAL LEARNING MAHASISWA LINTAS IMAN DI MADRASAH IBTIDA’IYAH DARUT TAQWA . Jurnal Muara Pendidikan, 9(1), 237–247. https://doi.org/10.52060/mp.v9i1.2193
Terbitan  :