THE USE OF SEMANTIC MAPPING TO IMPROVE STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY IN SENIOR HIGH SCHOOL
DOI:
https://doi.org/10.52060/pgsd.v5i2.994Abstrak
Abstrak
Penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa penguasaan kosakata siswa rendah. Hal ini disebabkan bahwa pengajaran kosakata tidak hanya tentang memiliki banyak kosakata tapi siswa juga harus memahami bentuk dan makna dari kata tersebut. Selain itu, semantic mapping tidak diaplikasikan dalam buku teks bahasa inggris untuk mengajarkan kosakata di sma. untuk mencapai tujuan yang dimaksud, penelitian ini menawarkan penggunaan semantic mapping dalam memahami bentuk kata dan makna kata agar siswa dapat meningkatkan penguasaan kosakatanya. Melalui analisis data, peneliti menemukan bahwa kosakata dapat diajarkan menggunakan pembentukan kata dan arti kata. Ada beberapa cara untuk menjelaskan pembentukan kata yaitu etimologi, coinage, borrowing, compounding, blending, clipping, backformation, konversi, akronim, dan derivasi. Sedangkan pemetaan semantik bisa digunakan dalam memahami makna kata melalui antonim, sinonim, meronim, taksonomi, monosemi, homonim, dan polisemi. Dapat disimpulkan bahwa pemetaan semantik dapat digunakan dalam menjelaskan kata dan maknanya. Selain itu, pemetaan semantik tidak hanya menggunakan diagram pohon dalam menjelaskan kata-kata tetapi juga dapat menggunakan berbagai bentuk seperti diagram bintang, diagram laba-laba, diagram tulang ikan, diagram siklus dan pengorganisasi grafik kosakata.
Referensi
| Keywords | : |
Kata Kunci:
Kosakata, Penguasaan kosakata, pemetaan semantik
|
| Galleys | : | |
| Diterbitkan | : |
2023-02-18
|
| Terbitan | : |
Bagian
Articles
|



311.png)


_SCCC1.png)
.png)
