KAMPANYE ANTIMICROBIAL RESISTENCE (AMR) PADA IBU-IBU DASA WISMA KWARASAN, SLEMAN

Penulis

Cahyo Wibisono ( Universitas Gadjah Mada image/svg+xml )

Alfian Yusak Muzaki ( Universitas Gadjah Mada image/svg+xml )

Anggi Muhtar Pratama ( Universitas Gadjah Mada image/svg+xml )

DOI:

https://doi.org/10.52060/jppm.v3i2.837

Abstrak

Antimicrobial Resistence (AMR) merupakan masalah yang serius dan masih banyak diabaikan oleh masyarakat luas termasuk pada lingkungan Masyarakat Dusun Kwarasan, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. AMR merupakan kondisi dimana obat yang diberikan sudah tidak efektif bahkan tidak mempan dalam membasmi mikroba sebagai agen penyakit misalnya bakteri. WHO memperkirakan pada tahun 2050 AMR akan menjadi penyebab kematian tertinggi masyarakat di dunia mengalahkan kanker. AMR dapat disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang tidak bijak. Keadaan AMR menimbulkan penyakit infeksius seperti tuberkulosis sulit untuk disembuhkan. Pengetahuan tentang AMR menjadi hal penting untuk disebarluaskan dan dipahamkan kepada masyarakat. Terbukti dalam catatan Puskesmas Gamping I untuk 5 tahun terakhir tingkat penggunaan antibiotik di Dusun Kwarasan mencapai 90% selain itu juga terjadi 116 kasus tuberkulosis yang beberapa diantaranya berakhir dengan kematian. Ibu-Ibu Dasa Wisma Melati Dusun Kwarasan memiliki antusias yang tinggi untuk memahami dan mengkampanyekan pengetahuan tentang AMR kepada masyarakat luas. Berdasarkan potensi tersebut, Dusun Kwarasan dapat menjadi pelopor peduli kesehatan melalui program kampanye Antimicrobial Resistence (AMR). Program ini disusun dengan alur musyawarah program penyuluhan, persiapan program penyuluhan, penyuluhan tentang AMR, pembentukan kader AMR, upgrading kader AMR, action plan kader AMR dan evaluasi program. Program tersebut akan mendukung terwujudnya masyarakat yang peduli tentang AMR, mencegah penyakit infeksius akibat mikroba yang sulit disembuhkan serta menjadi pelopor peduli AMR.

Referensi

Dadgostar, P.2019. Antimicrobial Resistance: Implications and Costs. Infection and Drug Resistance,

Volume 12, 3903–3910. https://doi.org/10.2147/IDR.S234610

Kementerian Kesehatan. 2016. Mari Bersama Atasi Resistensi Antimikroba (AMR). Online at

https://www.kemkes.go.id/article/view/16060800002/mari-bersama-atasi-resistensiantimikroba-amr-.html, Acessed 3 September 2022.

Marston, H. D., Dixon, D. M., Knisely, J. M., Palmore, T. N., & Fauci, A. S.2016. Antimicrobial

Resistance. JAMA, 316(11), 1193. https://doi.org/10.1001/jama.2016.11764.

Moorthy, Y. T. .2013. ‘Gambaran Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penggunaan Antibiotik Di

Puskesmas Padang Bulan Medan -123dok’.

Yanah R, Arfah, A. I., dan Midah, Z. 2021. PKM Sosialisasi Penggunaan Antibiotik dan Efek

Penyalahgunaan Antibiotik Guna Pengendalian Resistensi Antibiotik Di Desa Sanrobone

Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar. Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia, 2(1),

-36. https://doi.org/10.33096/jpki.v2i1.130


Keywords  :  
Kata Kunci: AMR, Cadres, Kwarsan
Galleys  :  
Diterbitkan  :  
2022-10-01
Terbitan  :  

Cara Mengutip

KAMPANYE ANTIMICROBIAL RESISTENCE (AMR) PADA IBU-IBU DASA WISMA KWARASAN, SLEMAN. (2022). Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM), 3(2), 70-76. https://doi.org/10.52060/jppm.v3i2.837