PENGABDIAN MASYARAKAT TENTANG PENINGKATAN PENGETAHUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP SISWA-SISWI DI SMAN KABUPATEN SUMENEP
DOI:
https://doi.org/10.52060/jppm.v6i2.2969Abstrak
Persepsi kebersihan gigi dan oral memiliki dampak besar pada harapan hidup di seluruh dunia, namun di negara-negara dengan pendapatan sedang menjadi salah satu problem, dimana problema kesehatan gigi dan mulut di Indonesia mempengaruhi sebanyak 57.6% populasi. Sebuah studi semi eksperimental sudah dilakukan pada tanggal 21-22 Februari 2025 terhadap siswa-siswi di SMAN 1, SMAN 2, dan Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Jambu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Indonesia. Metode studi dilakukan secara offline (tatap muka) menggunakan campuran media presentasi (power point) dan booklet. Peserta sosialisasi dibagi menjadi dua bagian: pra-sosialisasi (pre-test) dan pasca-sosialisasi (post-test). Peserta sosialisasi diberikan pertanyaan untuk menilai pengetahuan dan persepsi peserta mengenai kesehatan gigi dan mulut pada saat sebelum dan sesudah sosialisasi. Pengetahuan peserta diklasifikasikan sebagai cukup, sedang, dan rendah dalam memahami kebersihan gigi dan mulut sebelum dan setelah sosialisasi. Skor rata-rata untuk peserta sebelum sosialisasi adalah 60.66, dan setelah sosialisasi menjadi 86,71. Hasil tersebut berbeda bermakna dengan nilai-p 0.000 menggunakan uji statistik wilcoxon. Data ini menunjukkan bahwa terdapat peran positif dari dokter gigi dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut di lingkungan siswa-siswi SMA sehingga dokter gigi dapat berperan aktif untuk mendorong pasien lebih memperhatikan kesadaran kesehatan gigi dan mulut terutama bagi SMAN 1 dan 2 di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Referensi
Sosiawan, A., Wahjuningrum, D., A., Setyowati, D., Suhartono, M., Audrey, N., W., Mawantari, T., P., Setiawan, F., Pawar. A., M. (2022). The relationship between parents’ oral hygiene knowledge and children with Down Syndrome’s oral hygiene via OHI-S. F1000Research, 11(374), 1–12. https://doi.org/10.12688/f1000research.87848.1
Arzaqi, R., I., Riolina, A., Karyadi, E. (2024). Perbedaan Skor Plak Gigi pada Anak Usia 11-12 Tahun menggunakan Alat Ukur Dental Plaque Detector dan Disclosing Agent. Jurnal Ilmiah Indonesia, 9(6).https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v9i6.15544
Deviyanti, P. (2020). Penyuluhan Peningkatan Kesadaran Dini Dalam Menjaga Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Masyarakat Tegal Alur, Jakarta Community Services to Increase Dental and Oral Health Early Awareness in Tegal Alur, Jakarta. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 2(2), 120–128.https://doi.org/10.25105/jamin.v2i2.7179
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2024). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2023.
Yuniarly, E., Haryani, W., E. (2023). Booklet To Brush Tooth in the Promotion of Dental Health Towards School Children’s Knowledge. Jurnal Kesehatan Gigi, 10(1), 1–4.https://doi.org/10.31983/jkg.v10i1.8895
Faisal, M. (2023). Perbandingan Daya Lekat Pewarna Ekstrak Daging Buah Naga Merah dan Kulit Manggis dengan Disclosing Solution. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(1), 540–544.https://doi.org/10.33087/jiubj.v23i1.3213
Auli, I., Mulyanti, S., Isa Insanuddin, I. (2020). Gambaran Kondisi Kesehatan Gigi dan Mulut Pada Lansia di Beberapa Kota Indonesia. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 1(1), 79–85.https://doi.org/10.34011/jks.v1i1.637
Sumadewi, K., T. (2023). Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut serta Cara Menggosok Gigi pada Anak Sekolah Dasar di Banjar Bukian, Desa Pelaga. Warmadewa Minesterium Medical Journal, 2(1), 1–7.https://doi.org/10.22225/wmmj.4.1.2025.1-8
Kuswanto, Haryono, D. (2024). Hubungan Pengetahuan Tentang Kesehatan Gigi dan Mulut Dengan Kejadian Penyakit Periodontal Pada Masyarakat. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 6(5), 2239–2246.
Nandasari, F. (2019). Identifikasi Perilaku Seksual dan Kejadian HIV (Human Immunodeficiency Virus) Pada Sopir Angkutan Umum Di Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Berkala Epidemiologi, 3, 377–386.https://doi.org/10.20473/jbe.V3I32015.377-386
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan.
Pamewa, K., Selviani, Y. (2024). Perbedaan Akumulasi Plak Menyikat Gigi dengan Metode Fones dan Bass Pada Anak SD Mangkura 2 Makassar. IJOH: Indonesian Journal of Public Health, 2(2), 278–285.
Lukis, P., A., Setiawan, F., Prakosa, B., R., Khafid, M., Handajani, J., Hanindriyo, L., Irnawati, D., Susilowati, H., Sunarintyas., S. (2025). Pengabdian Masyarakat tentang Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut di Pondok Pesantren Ta’lim Sabilu Taubah Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI), 5(2), 565–572. https://doi.org/10.54082/jamsi.1825
Rahman, A., N., Prabamurti, P., N. (2016). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencarian Pelayanan Kesehatan (Health Seeking Behaviour) pada Santri di Pondok Pesantren Al Bisyri Tinjomoyo Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(5), 246–258.
Saepudin, E. (2013). Literasi Informasi Kesehatan Lingkungan PadaMasyarakat Pedesaan: Studi Deskripstif Di Desa Nagrog Kecamatan Cicalengka. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan, 1(1), 81–90.https://doi.org/10.24198/jkip.v1i1.9614
Supardi, Sudibyo, Herman, M. R. (2010). Karakteristik Penduduk Sakit Yang Memilih Pengobatan Rumah Tangga Di Indonesia (Analisis Data R iskesdas 2007). Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 13(2). https://doi.org/doi:10.22435/bpsk.v13i2 Apr.2235
Timur, B. P. S. P. J. (2022). Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur, 2021.
Zusuan, I., Bakhtiar, A., S. W. (2024). Perbedaan efektivitas konsumsi buah nanas dan papaya sebagai self-cleansing terhadap perubahan debris index pada siswa Sekolah Dasar: studi eksperimental. Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students, 8(1), 80–90.https://doi.org/10.24198/pjdrs.v8i1.53194
| Keywords | : |
Kata Kunci:
kesehatan gigi, kesehatan mulut, siswa-siswi SMAN, Kabupaten Madura
|
| Galleys | : | |
| Diterbitkan | : |
2025-09-26
|
| Terbitan | : |

.png)


33.png)



_SCCC.png)


