ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN, ZAT BESI DAN DAYA TERIMA BAKSO IKAN GABUS DENGAN PENAMBAHAN DAUN KELOR SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN TAMBAHAN IBU HAMIL KEK

Penulis

Dwi Ika Rahmayanti ( Poltekes Kemenkes Makasar )

Suriani Rauf ( Poltekes Kemenkes Makasar )

Mustamin ( Poltekes Kemenkes Makasar )

DOI:

https://doi.org/10.52060/im.v4i1.4388

Abstrak

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil merupakan masalah gizi yang dapat meningkatkan risiko anemia, bayi berat lahir rendah (BBLR), dan stunting. Salah satu upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil adalah melalui pengembangan makanan tambahan berbasis pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya terima serta kandungan protein dan zat besi bakso ikan gabus dengan penambahan daun kelor sebagai alternatif makanan tambahan bagi ibu hamil KEK. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan One Shot Case Study pada tiga formulasi bakso ikan gabus dengan penambahan daun kelor. Uji daya terima dilakukan terhadap 30 panelis semi terlatih, sedangkan kandungan protein dan zat besi dianalisis di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada aspek rasa dan tekstur (p<0,05), namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada aspek warna dan aroma (p>0,05). Formulasi terbaik adalah F3 dengan kandungan protein sebesar 8.77% dan zat besi sebesar 13.44 µg/g. Disimpulkan bahwa bakso ikan gabus dengan penambahan daun kelor memiliki daya terima yang baik serta berpotensi menjadi alternatif makanan tambahan berbasis pangan lokal untuk membantu memenuhi kebutuhan protein dan zat besi ibu hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK).

Referensi

Anggraeni, S. L., Utami, A. U., Setyawan, B., & Kurnia, T. I. D. (2025). Formulasi dan analisis nilai gizi biskuit mocaf (Modified Cassava Flour), kelor, ikan lemuru sebagai pangan fungsional sumber protein, zat besi dan omega-3. Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 11(2), 65–79. https://journal.unm.ac.id/index.php/ptp/article/view/9924

Badan Standardisasi Nasional. (2006). SNI 01-2346-2006: Petunjuk pengujian organoleptik dan atau sensori. Badan Standardisasi Nasional. https://kupdf.net/queue/sni-01-2346-2006-petunjuk-pengujian-organoleptik-dan-atau-sensori_59ae44b0dc0d60f00a568ede_pdf

Dinkes Sulsel. (2022). Profil kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2022. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Handari, L., & Sembiring, M. (2025). Kesan daun kelor (Moringa oleifera) terhadap organoleptik pada beberapa jenis daging dalam pembuatan bakso. Journal of Innovation Research and Knowledge, 5(2), 1463–1468. https://doi.org/10.53625/jirk.v5i2.10614

Hidayanty, H., Zakaria, Manjilala, Sukmawati, & Salsabila, N. M. (2025). Uji daya terima cookies substitusi kelor dan bit sebagai alternatif pencegahan anemia pada remaja. JGMI: The Journal of Indonesian Community Nutrition, 14(2), 114–126. https://journal.unhas.ac.id/index.php/mgmi/article/view/42156

I’anah, F. C., Hasan, R., Putri, H. H., & Zulfa, I. (2023). Edukasi pemanfaatan daun kelor sebagai upaya meningkatkan kesehatan pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Banyuputih. Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(4), 902–907.

Indraswari, S., Kurniasari, R., & Fikri, A. M. (2022). Karakteristik organoleptik dan kandungan gizi bakso ikan kembung dengan substitusi tepung daun kelor. Ghidza: Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 6(1), 94–104. https://doi.org/10.22487/ghidza.v6i1.504

Kemenkes RI, 2023. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. In Survei Kesehatan Indonesia.

Majid, M., Ilmi, N., & Ramlan, P. (2025). Gizi berbasis potensi pangan lokal. CV. Eureka Media Aksara. https://books.google.com/books?id=sXyvEQAAQBAJ

Muhlishoh, M., Putri, N. A., & Ma’rifah, B. (2024). Formulasi cookies lidah kucing substitusi tepung ikan gabus dan tepung kacang hijau sebagai alternatif PMT balita gizi kurang. Jurnal Riset Gizi, 12(2), 217–232. https://ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/jrg/article/view/11888

Sari, R. (2023). Karakteristik mutu dan daya terima bakso sebagai pangan olahan populer di Indonesia. Teknologi Pangan Indonesia, 15(2), 120–128.

Tunny, R. (2025). Pemberian makanan tambahan berbahan dasar pangan lokal sebagai inovasi untuk meningkatkan tumbuh kembang balita stunting di Desa Kairatu. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 9, 6311–6317.

Witman, S., Putri, D. P., Gultom, N., Subangkit, A. T., Kristanti, D., Setiaboma, W., Herminiati, A., & Hapsari, E. D. (2024). Karakteristik fisikokimia bakso ikan sebelah (Psettodes erumei) kombinasi daun kelor (Moringa oleifera Lam). Jurnal Agroindustri, 14(2), 167–179. https://doi.org/10.31186/jagroindustri.14.2.167-179

World Health Organization. (2021). Anaemia in women and children. World Health Organization. https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/anaemia

Yuliana. (2024). Pemanfaatan daun kelor sebagai pangan fungsional dalam meningkatkan status gizi ibu hamil. Jurnal Kesehatan Dan Gizi Masyarakat, 45–53. https://ejurnal.poltekkes.ac.id/index.php/gizi/article/view/4456


Keywords  :  
Kata Kunci: bakso ikan gabus, daun kelor, protein, zat besi, daya terima, ibu hamil KEK
Galleys  :  
Diterbitkan  :  
2026-06-30
Terbitan  :  

Cara Mengutip

ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN, ZAT BESI DAN DAYA TERIMA BAKSO IKAN GABUS DENGAN PENAMBAHAN DAUN KELOR SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN TAMBAHAN IBU HAMIL KEK. (2026). Jurnal Informatika Medis (J-INFORMED), 4(1), 1-7. https://doi.org/10.52060/im.v4i1.4388